Senin, tanggal 7 November 2022, telah dilaksanakan diskusi ilmiah dosen STIT Ahlussunnah Bukittinggi. Diskusi Ilmiah Dosen ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan dua minggu sekali yaitu Minggu pertama dan kedua pada hari Senin. Kegiatan ini sangat penting untuk pengembangan keilmuan di kalangan dosen STIT Ahlussunnah Bukittinggi.

           Acara diskusi Ilmiah dibuka secara resmi oleh Ketua STIT Ahlussunnah ibu Dr. Hj. Yosi Aryanti, M.A.  Kegiatan diskusi Ilmiah kali ini dimoderatori oleh Wakil Ketua I yaitu ibu Dr. Anita Indria, MA. Materi diskusi mengenai proposal penelitian yang diajukan oleh ibu Dr. Nelly Izmi, M.Pd yang berjudul URGENSI KURIKULUM PAI BERBASIS KITAB KUNING DI STIT AHLUSSUNNAH BUKITTINGGI.

        Proposal penelitian ini menggambarkan urgensi kurikulum PAI berbasis kitab kuning di STIT Ahlussunnah Bukittinggi.  Adapun gambaran singkat proposal penelitian DR Nelly Izmi, M.Pd sebagai berikut :

        Kitab kuning merupakan sebutan kitab klasik yang warnanya kuning tanpa baris dan penandaan huruf hijaiyah arab merupakan sumber belajar di pesantren-pesantren. Kitab kuning adalah hasil pemikiran ulama abad pertengahan berisikan pembahasan tentang ilmu fiqih,ilmu ushul fiqih ,ilmu tauhid ,ilmu mantiq (ilmu filsafat), dan ilmu kalam(ilmu teologi). Sesuai dengan alur landasan pengembangan penetapan hukum islam, rujukan utama adalah Alquran kemudian sunnah , mashalihul marsalah , ijma, dan qiyas .

        Problematika pendidikan islam di Indonesia khususnya Sumatera Barat adalah mulai berkurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang ahli dalam membaca dan memahami kajian kitab kuning , ini merupakan problematika dalam mencari referensi dalam menetapkan aturan-aturan permasalahan Teologi, Ibadah dan muamalah. 

        Melalui diskusi yang sangat hangat, dan dihadiri jajaran Dosen STIT Ahlussunnah yang memberikan kritik dan saran demi kesempurnaan penelitian Ibu DR Nelly Izmi, M.Pd. Dari hasil hasil diskusi, maka proposal yang diajukan mengalami perubahan di beberapa bagian, antara lain; judul berubah menjadi URGENSI PEMBELAJARAN KITAB KUNING SEBAGAI PROGRAM UNGGULAN DI STIT AHLUSSUNNAH BUKITTINGGI.  Data yang akan dikumpulkan dengan teknik snowball sampling, diperoleh dari key instrumen Ketua STIT Ahlussunnah, berkembang kepada nara sumber berikutnya yaitu para Wakil Ketua, Ketua Program Studi, para Dosen pengampu mata kuliah berbasis kitab kuning dan mahasiswa yang mengikuti perkuliahan kitab kuning tersebut.  Berdasarkan judul proposal dimaksud, maka batasan masalah yang akan diteliti yaitu: 1) Input mahasiswa yang mengambil mata kuliah berbasis kitab kuning, 2) proses pembelajaran kitab kuning, 3) out put perkuliahan kitab kuning, 4) outcome yang dapat diperoleh masyarakat/institusi pengguna lulusan STIT Ahlussunnah Bukittinggi.

        Diskusi ini ditutup dengan ucapan terimakasih kepada semua dosen yang telah menyumbangkan pikiran demi sempurnanya proposal penelitian tersebut dan semoga peneliti segera mampu menyelesaikan penelitiannya.